Resmi Mundur dari Komisaris Utama TRIN, Rahayu Saraswati Tetap Jadi Pemegang Saham

Jumat, 09 Oktober 2026 | 17:12:07 WIB

JAKARTA — PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) secara resmi mengumumkan pengunduran diri Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo dari jabatannya sebagai Komisaris Utama. Surat pengunduran diri tersebut telah diterima oleh manajemen perseroan pada 7 Oktober 2026.

Direktur Utama Perintis Triniti Properti, Ishak Chandra, menyampaikan bahwa penetapan atas pengunduran diri tersebut akan diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

"Sesuai dengan Pasal 27 POJK No. 33/POJK.04/2014 dan Anggaran Dasar Perseroan, pengunduran diri tersebut selanjutnya akan diputuskan dalam RUPSLB Perseroan," ujar Ishak dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Manajemen memastikan bahwa transisi kepemimpinan ini tidak mengganggu operasional maupun kondisi keuangan emiten properti tersebut.

Dampak dan Keberlanjutan Strategi

  • Operasional & Keuangan: Perseroan menegaskan pengunduran diri ini tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha TRIN.
  • Masa Transisi: Rahayu Saraswati tetap menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Komisaris Utama hingga pengunduran diri berlaku efektif secara resmi guna mendukung kelancaran proses transisi.
  • Kepemilikan Saham: Pasca-efektifnya pengunduran diri, Rahayu Saraswati tidak lagi berada di jajaran pengurus, namun tetap mencatatkan kepemilikan saham di perseroan baik secara langsung maupun tidak langsung.
  • Komitmen ESG & Desain: Manajemen menegaskan akan terus melanjutkan visi pengembangan bangunan ramah lingkungan (green building), penguatan perspektif perempuan di sektor properti, serta keunggulan desain yang selama ini didorong oleh Rahayu Saraswati.

Siapa Rahayu Saraswati?

Rahayu Saraswati Dhirakanya Djojohadikusumo, akrab disapa Sara, lahir pada 27 Januari 1986 sebagai putri dari Hashim Djojohadikusumo, seorang pengusaha sekaligus tokoh politik, dan Anie Hashim Djojohadikusumo. Ia juga keponakan Presiden Prabowo Subianto. Dari garis keluarga, kakek buyutnya, Raden Margono Djojohadikusumo, adalah pendiri Bank Negara Indonesia (BNI), sementara kakeknya, Soemitro Djojohadikusumo, ayah Prabowo, dikenal sebagai ekonom terkemuka.

Di dunia politik, Sara pertama kali lolos ke Senayan pada Pemilu 2014 dari Dapil Jawa Tengah IV dan duduk di Komisi VIII DPR hingga 2019. Pada Pemilu 2019 ia gagal kembali ke DPR, namun tetap aktif di dunia politik. Di Pemilu 2024, ia kembali ke DPR RI dari Dapil Jakarta III (Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu), lalu dipercaya menjadi Wakil Ketua Komisi VII DPR. Ia juga tercatat sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra.

Pada September 2025, Sara sempat menyatakan mundur dari DPR. Ia mengungkapkan alasannya terkait pernyataannya dalam sebuah podcast pada Februari 2025 yang dipotong dan viral pada pertengahan Agustus. Namun, Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) memutuskan bahwa Rahayu Saraswati tetap sebagai Anggota DPR RI periode 2024-2029, dan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengonfirmasi pada 13 November 2025 bahwa ia sudah aktif kembali.

Di luar politik, Sara memiliki rekam jejak korporasi. Ia tercatat menjabat Direktur dan Komisaris PT Arsari Mandira Permai sejak 2024, Komisaris PT Bima Sakti Bahari sejak 2024, Komisaris PT Formosa Bag Indonesia sejak 2025, serta Komisaris PT Mega Energi Biru Indonesia sejak 2025. Ia juga menjadi penasihat di PT Tribhuwana Saraswati NITI Negara, PT Alpha JWC Indonesia (Alpha JWC Ventures), dan PT Berdayakan Usaha Indonesia.

Jejak Saraswati di TRIN

Sara bergabung dengan TRIN kurang dari setahun. RUPSLB TRIN pada 2 Desember 2025 mengangkat Rahayu Saraswati Djojohadikusumo sebagai Komisaris Utama Perseroan, sekaligus sebagai strategic partner. Melalui kerja sama tersebut, Rahayu dapat menerima pengalihan saham dari dua pemegang saham utama TRIN, yaitu PT Kunci Daud Indonesia (KDI) dan PT Intan Investama Internasional (III) hingga 20%, dengan porsi awal 5%.

Ia menguasai saham TRIN melalui dua entitas, dengan total sekitar 227,5 juta saham atau 5 persen dari total saham perseroan, lewat transaksi di pasar negosiasi pada 16 Desember 2025. Belakangan, salah satu entitasnya mengurangi porsi: entitas tersebut melepas sekitar 48,97 juta lembar saham (1,08%) secara bertahap pada Desember 2025 hingga Februari 2026, sehingga kepemilikannya turun dari 4% menjadi sekitar 2,92% hak suara.

Masuknya Sara sempat mendongkrak saham TRIN. Saham TRIN melesat lebih dari 1.200 persen sepanjang tahun lalu, imbas masuknya Rahayu dalam jajaran Dewan Komisaris sekaligus rencananya menjadi investor strategis.

Profil Perintis Triniti Properti

PT Perintis Triniti Properti Tbk, yang memakai merek dagang Triniti Land atau TRINLAND, merupakan pengembang properti yang berkantor pusat di Brooklyn Premium Office, Alam Sutera, Tangerang Selatan. Pengembangan proyek-proyeknya dimulai sejak 2014 hingga 2017, antara lain Brooklyn, Springwood Residence, Yukata Suites, The Smith, Collins Boulevard, dan Marc's Boulevard, yang berlokasi di Batam.

Dalam beberapa tahun terakhir, perseroan menggeser fokus ke rumah tapak dan modern business park. Proyek andalannya adalah Sequoia Hills di Sentul, Bogor. Sepanjang 2024, TRIN membukukan marketing revenue Rp1,89 triliun, dengan Sequoia Hills menyumbang 42%, disusul proyek lain seperti Collins Boulevard dan Holdwell Business Park. Dari sisi laba, hingga kuartal III 2025 TRIN membukukan laba bersih Rp31 miliar, melonjak 150% secara year-on-year.

Sejak akhir 2025, TRIN juga menjalankan strategi diversifikasi. Perseroan berencana memperluas portofolio ke logistic park, data center, dan ultra luxury hospitality, yang diharapkan mengangkat recurring income perusahaan.

Perseroan dijadwalkan akan menyampaikan keterbukaan informasi terkait hasil RUPSLB paling lambat dua hari kerja setelah rapat diselenggarakan.

Halaman :

Terkini