UI Buka Akses Pengobatan Gigi Gratis bagi Warga Nikiwar, Papua Barat

UI Buka Akses Pengobatan Gigi Gratis bagi Warga Nikiwar, Papua Barat

NIKIWAR – Keterbatasan akses menuju fasilitas kesehatan masih menjadi tantangan bagi masyarakat di sejumlah wilayah Papua Barat, termasuk Distrik Nikiwar dan sekitarnya. Untuk membantu mengatasi kendala tersebut, Tim Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia (TEP UI) 12 mengaktifkan kembali Poli Gigi Rumah Sakit (RS) Pratama Nikiwar dengan menghadirkan layanan pemeriksaan dan pengobatan gigi secara gratis.

Program ini menyasar masyarakat di wilayah Weianggi, Werabur, Nikiwar, dan daerah sekitarnya. Warga dapat memanfaatkan berbagai layanan, mulai dari pemeriksaan kesehatan gigi, edukasi perawatan gigi dan mulut, hingga tindakan medis seperti penambalan dan pencabutan gigi.

Pengaktifan kembali poli tersebut merupakan bagian dari program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat yang dijalankan TEP UI 12 di bawah Direktorat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (DPIS) UI.

Untuk memastikan pelayanan dapat berjalan, tim yang berkoordinasi dengan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia juga menyalurkan bantuan berupa alat kesehatan, bahan tambal gigi, serta obat-obatan yang diperlukan untuk perawatan.

Ketua Tim TEP UI 12, drg. Benso Sulijaya, Sp.Perio(K), Ph.D., menyampaikan bahwa program ini bertujuan mendekatkan pelayanan kesehatan gigi kepada masyarakat yang selama ini menghadapi hambatan untuk mendapatkan perawatan.

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat di wilayah Weianggi-Werabur Nikiwar dan sekitarnya mendapatkan akses pelayanan kesehatan gigi yang layak, mulai dari edukasi pencegahan hingga tindakan langsung seperti penambalan dan pencabutan,” ujarnya.

Dari Edukasi hingga Tindakan Medis

Pelayanan yang diberikan melalui Poli Gigi RS Pratama Nikiwar mencakup tiga aspek utama, yakni promotif, preventif, dan kuratif. Ketiganya menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan gigi dan mulut masyarakat.

Pada aspek promotif dan preventif, warga mendapatkan edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut serta melakukan pemeriksaan secara berkala. Masyarakat juga memperoleh pemeriksaan kesehatan gratis atau Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Sementara itu, pelayanan kuratif mencakup sejumlah tindakan, seperti pencabutan gigi, penambalan gigi, dan pembersihan karang gigi atau skeling. Seluruh layanan pengobatan gigi dalam kegiatan tersebut diberikan secara gratis.

Pembersihan karang gigi menjadi salah satu tindakan yang bermanfaat untuk mengurangi penumpukan plak dan karang gigi yang berpotensi memicu gangguan pada gusi apabila tidak ditangani.

Kombinasi edukasi dan tindakan medis tersebut diharapkan dapat membantu warga mengatasi masalah kesehatan gigi sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya perawatan gigi sejak dini.

Keterbatasan Listrik Sempat Hambat Pelayanan

Pelaksanaan layanan kesehatan gigi gratis ini disambut antusias oleh masyarakat. Sejak pagi, warga mulai berdatangan ke area pendaftaran RS Pratama Nikiwar untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan.

Namun, pelayanan baru dapat dimulai pada malam hari setelah pasokan listrik menyala. Meski harus menunggu, masyarakat tetap berupaya memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperoleh perawatan kesehatan gigi di wilayah mereka sendiri.

Antusiasme warga menunjukkan pentingnya keberadaan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan tempat tinggal, terutama bagi masyarakat yang harus menghadapi perjalanan panjang untuk mendapatkan penanganan medis.

Salah seorang warga, Noel, mengungkapkan rasa syukurnya setelah memperoleh perawatan gigi melalui program tersebut. Ia mengaku telah mengalami sakit gigi selama berminggu-minggu sebelum akhirnya mendapatkan kesempatan untuk berobat.

“Jarak yang harus ditempuh untuk berobat sangat jauh, sekitar 3–4 jam dengan kapal Johnson ke Wasior. Dengan adanya layanan kesehatan gigi di sini, puji Tuhan hal ini sangat membantu kami, terima kasih,” ungkap Noel.

Pengalaman tersebut memperlihatkan bagaimana jarak geografis dapat memengaruhi akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. Perjalanan selama tiga hingga empat jam menggunakan kapal Johnson menuju Wasior menjadi tantangan tersendiri bagi warga yang membutuhkan pengobatan.

Dengan tersedianya layanan di RS Pratama Nikiwar, masyarakat memiliki alternatif untuk memperoleh pemeriksaan dan perawatan gigi tanpa harus selalu melakukan perjalanan jauh ke daerah lain.

Kolaborasi UI untuk Perluas Akses Kesehatan

Pengaktifan kembali Poli Gigi RS Pratama Nikiwar menjadi bagian dari upaya memperkuat akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah Papua Barat.

Dukungan peralatan, bahan medis, dan obat-obatan dari TEP UI 12 yang berkoordinasi dengan Fakultas Kedokteran Gigi UI diharapkan dapat membantu menunjang pelaksanaan layanan kesehatan gigi bagi warga.

Selain memberikan penanganan langsung, program ini juga membawa misi edukasi agar masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sebagai bagian dari upaya mempertahankan kualitas hidup.

Ke depan, keberadaan poli gigi tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat Weianggi, Werabur, Nikiwar, dan sekitarnya memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih mudah dijangkau.

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan fasilitas kesehatan ini sekaligus menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pemerataan pelayanan medis bagi masyarakat di daerah dengan tantangan geografis dan keterbatasan akses.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index